Sunday, 18 December 2011

Biokimia Pangan


Biokimia dapat diartikan sebagai pemahaman bentuk dan fungsi dari sudut pandang kimia. Tujuan adalah untuk memahami interaksi molekul-molekul tah hidup yang menghasilkan fenomena kompleks dan efisien yang menjadi ciri-ciri  kehidupan serta menjelaskan keseragaman dari kehidupan yang beragam.
Ilmu Biokimia mempelajari sifat zat kimia yaitu jasad hidup dan senyawa yang diproduksinya, selain itu juga mempelajari fungsinya dan transformasi zat kimia tersebut menelaah transformasi dengan aktifitas kehidupan sebagai ilmu dasar pada kimia organik.
Biokimia erat hubungannya dengan ilmu lainnya, seperti pada :
  • Kimia Organik
  • Biofisika
  • Nutrisi
  • Kesehatan
  • Mikrobiologi
  • Fisiologi
  • Biologi sel
  • Genetika
     Pada dasarnya penerapan Biokimia banyak terdapat dalam bidang pertanian dan kedokteran serta dalam bidang pangan, sebagai contoh biokimia mempunyai peranan dalam memecahkan masalah gizi, penyakit-penyakit akibat dari kurang gizi terutama pada anak-anak. Dalam bidang pangan biokimia berperan penting dalam mengetahui kandungan yang ada dalam bahan pangan tersebut.


KARBOHIDRAT
            Semua jenis bahan pangan sudah pasti memiliki komponen-komponen senyawa kimia yang menyusunnya, antara lain lemak, protein, air, karbohidrat dan sebagainya. Salah satu contohnya karbohidrat. Karbohidrat yang berasal dari bahan pangan akan mengalami perubahan atau metabolism dalam tubuh yang hasilnya akan digunakan untuk atau sebagai energi. Energi yang terkandung dalam karbohidrat itu pada dasarnya berasal dari energy matahari. Karbohidrat, dalam hal ini glukosa dibentuk dari karbondioksida dan air dengan bantuan sinar matahari yang disebut proses fotosintesis.

Pengertian Karbohidrat :
Karbohidrat (‘ hidrat dari karbon hidrat arang) atau sakarida (dari bahasa Yunani, berarti "gula") adalah segolongan besar senyawa organik yang paling melimpah di bumi.
Secara biokimia, karbohidrat adalah polihidroksil-aldehida atau polihidroksil-keton, atau senyawa yang menghasilkan senyawa-senyawa ini bila dihidrolisis. Karbohidrat mengandung gugus karbonil (sebagai aldehida atau keton) dan banyak gugus hidroksil.

Keistimewaan dari Karbohidrat :
1.Sebagai sumber energi.

Kateristik Dasar Pemilihan Bahan


Dalam setiap perencanaan, pemilihan komponen material merupakan faktor utama yang harus diperhatikan. Karena sebelum merencanakan terlebih dahulu diperhatikan dan diketahui jenis dan sifat bahan yang akan digunakan, misalnya tahan terhadap korosi, tahan terhadap keausan, keuletan dan lain-lain.
Adapun tujuan pemilihan material agar bahan yang digunakan untuk pembuatan komponen dapat ditekan seefisien mungkin di dalam penggunaannya dan selalu berdasarkan pada dasar kekuatan dan sumber pengadaannya. Supaya material dapat memenuhi kriteria yang diharapkan, juga perlu diperhitungkan adanya beban yang terjadi pada material tersebut.
Hal-hal yang harus diperhatikan dalam pemilihan material adalah sebagai berikut:
1.  Efisiensi Bahan
Dengan memegang prinsip ekonomi dan berlandaskan pada perhitungan-perhitungan yang memadai, maka di harapkan biaya produksi pada tiap-tiap unit sekecil mungkin. Hal ini dimaksudkan agar hasil-hasil produksi dapat bersaing dipasaran terhadap prduk-produk lain dengan spesifikasi yang sama.
2.  Bahan Mudah Didapat
Dalam perencanaan suatu produk, apakah bahan yang digunakan mudah didapat atau tidak. Walaupun bahan yang direncanakan sudah cukup baik tetapi tidak didukung oleh persediaan dipasaran , maka perencanaan akan mengalami kesulitan atau masalah dikemudian hari karena hambatan bahan baku tersebut. Untuk itu harus terlebih dahulu mengetahui apakah bahan yang akan digunakan itu mempunyai komponen pengganti tersedia dipasaran.
3.  Spesifikasi Bahan Yang Dipilih
Pada bagian ini penempatan bahan harus sesuai dengan fungsi dan kegunaannya sehingga tidak terjadi adanya beban yang berlebihan pada bahan yanag tidak mampu menerima beban tersebut. Dengan demikian pada perencanaan bahan yang akan digunakan harus sesuai dengan fungsi yang berbeda antara bagaian satu dengan bagian yang lain, dimana fungsi dari masing-masing bagian tersebut saling mempengaruhi antara bagian yang satu dengan bagian yang lainnya.
4.   Kekuatan Bahan
Dalam hal ini untuk menentukan bahan yang akan digunakan haruslah mengetahui dasar kekuatan bahan serta sumber pengadaannya, mengingat pengecekan dan penyesuaian suatu produk kembali kepada kekuatan bahan yang akan digunakan.

Friday, 16 December 2011

Non Destrtructive Testing (NDT)

     Non destrtructive testing (NDT) adalah aktivitas tes atau inspeksi terhadap suatu benda untuk mengetahui adanya cacat, retak, atau discontinuity lain tanpa merusak benda yang kita tes atau inspeksi. Pada dasarnya, tes ini dilakukan untuk menjamin bahwa material yang kita gunakan masih aman dan belum melewati damage tolerance.
Metode utama Non Destructive Testing meliputi:

1 1.   Visual Inspection
Sering kali metode ini merupakan langkah yang pertama kali diambil dalam NDT. Metode ini bertujuan menemukan cacat atau retak permukaan dan korosi. Dalam hal ini tentu saja adalah retak yang dapat terlihat oleh mata telanjang atau dengan bantuan lensa pembesar ataupun boroskop.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...